Rabu, 03 Desember 2014

SEBENTAR HUJAN… SEBENTAR PANAS..HUH….


Mencaci masa…

            Pernahkah kamu Soblog?? (maaf aku manggil Soblog ya?? – sobat blog )-:
Sering ya?? Jangan itu gak baik lo.. Suer!! Sebelum nulis ini aku jg sering..he.. ilustrasi sederhana gini sob.Gerutu paling sering pas waktu naik motor..uih panas2 gitu eh taunya didepan ujan ,pake mantel deh..tau gak sob baru lima meter panas lagi… uihhh mangkel kan?? Tapi mangkel sama sapa coba?? Dosa kan aku?
Lain cerita nih Nyak 2 lagi jemur pakaian . baru aja dijemur ehh ujan..  baru aja mengulu pakaian eeh panas lagi. Trus bilang.. Ini Pegimana Sih. Bentar Ujan Bentar Panas….Sering kan denger kaya gitu?
Tapi itu karena kita lupa sob.. sekarang moga gak lupa lagi.Palagi dari Blog ini aku jadi banyak belajar deh .walaupun cm dari baca baca. Trus aku tuangkan dimari… oke ya?

Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan mereka berkata: 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup; dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa', dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." (Al-Jatsiah: 24)

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman: "Manusia menyakiti Aku: dia mencaci maki masa, padahal Aku adalah Pemilik dan Pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti"."

Disebutkan dalam riwayat lain: "Janganlah kamu mencaci masa karena Allah sesungguhnya adalah Pemilik dan Pengatur masa."

Jadi intinya gini Sob…
Dilarang mencaci masa.
Mencaci masa disebut menyakiti Allah.
Perlu direnungkan juga nih sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Karena Allah sesungguhnya adalah Pemilik dan Pengatur masa."
Sabda beliau itu menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah dengan takdir Allah, karena itu wajib bagi seorang muslim untuk beriman dengan qadha' dan qadar, yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit.
Mencaci, mungkin saja, dilakukan seseorang tanpa bermaksud demikian dalam hatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar