Membaca buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita jadi tergelitik untuk mencoba share ulang dimari Sob..
Judul maaf saya kasih Kentut Sebenarnya juga gak… KENTUT
Keluarnya angin dari kemaluan wanita
Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah keluarnya angin dari kemaluan wanita menyebabkan batalnya wudhu atau tidak ?
Jawaban:
Angin yang keluar dari kemaluan wanita tidak membatalkan wudhu karena angin itu tidak keluar dari tempat najis sebagaimana keluarnya angin dari dubur.
[Fatawa wa Rasa'il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/197]
Apakah Angin Yang Keluar Dari Kemaluan Wanita Membatalkan Shalat
Karena banyaknya pertanyaan serupa dan beragamnya jawaban dari para ulama, maka kami menetapkan fatwa ini agar lebih banyak manfaatnya
Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta'
Pertanyaan:
Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta' ditanya : Seorang wanita jika sedang melakukan shalat, termasuk ruku' dan sujud, kemudian keluar angin dari kemaluannya khususnya pada waktu sujud, duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud dan ruku, terkadang keluarnya angin ini terdengar oleh rekannya yang berada di sebelahnya, apakah hal serupa ini membatalkan shalat wanita itu ? Dan terkadang angin yang keluar itu amat sedikit sekali sehingga tidak terdengar, apakah hal serupa ini membatalkan wudhu dan juga shalat ?
Jawaban:
Keluarnya angin dari kemaluan wanita tidak membatalkan wudhu dan juga tidak membatalkan shalat.
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta, 5/159]
Yang jadi masalah disini bagaimana denan pria?
Jujur saya sendiri selalu mengalaminya. Terlebih waktu buang air kecil.saya tidak pernah tiris. Selalu ada yang tersisa berbagai upaya telah saya lakukan.Dicuci satu emberpun tetap gak tiris2. Diurut 2 udah, di geser2 tembok udah, di lap pake tisu udah. Berdiam lama di wc udah. Buat lompat2 udah ,buat batuk-batuk udah.saya kombinasikan antara ditekan dan sambil batuk-batuk udah. Suer sampai frustasi .. klau dah lamaaaaa kaya uda tiris Eh diwaktu mau berdiri kerasa ada yang keluar walau mungkin setetes.haduhhh…
Setelah membaca sekarang jadi Manteb
Banyak cara beristibra untuk membersihkan sisa urin di urethra, mendehem, menggoyangkan badan, berjalan kecil dikamar mandi, jongkok berdiri jongkok, melompat kecil, dan sebagainya. Beragam cara tersebut bisa membersihkan sisa urin, tetapi kurang optimal.
Cara yang paling baik melakukan istibra adalah dengan cara mengurut perineum, pangkal penis (proksimal) hingga ujung penis (distal), dan kepala penis (gland penis). Cara ini mengikuti struktur anatomis saluran kencing, sehingga diharapkan bisa membersihkan sisa urin:
1. Mengurut dengan kuat antara lubang anus dan penis (perineum) sebanyak tiga kali.
2. Meletakkan telunjuk di bawah batang penis dan ibu jari di atas batang penis, lalu mengurut dengan kuat dari pangkal hingga ujung penis sebanyak tiga kali.
3. Menekan kepala penis (gland penis) sebanyak tiga kali.
4. Terakhir, basuh kemaluan dengan air yang suci secukupnya (kurang lebih sebanyak dua kali)
5. Dan apabila kita telah istibra, lalu pada saat wudhu atau sholat terasa ada cairan yang keluar, cairan yang keluar dianggap suci dan tidak membatalkan wudhlu atau shalat.
Cairan yang keluar dari kemaluan setelah istibra dianggap suci karena terjadi diluar kehendak kita. Kita sudah berusaha maksimal dengan istibra untuk membersihkan diri. Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya:
"Allah ingin memberikan kemudahan untuk kalian dan manusia tercipta dalam kondisi lemah." [An-Nisa ayat 28]
Terjawab Sudah !!

ijin baca gan
BalasHapusbaca juga http://jurpiye.blogspot.com/